Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan

Jam Gadang, Kota Bukittinggi Rasa London

jam gadang bukittinggi

Selamat datang di kota Bukittinggi, kota yang terkenal dengan aktivitas perdagangannya di Sumatera Barat setelah kota Padang.

Kota yang dulunya pernah menjadi ibu kota Indonesia ini memang banyak menyimpan daya tarik wisatawan yang mengunjunginya.

Mulai dari banyaknya destinasi wisata yang berdekatan dengan kota Bukittinggi, makanan yang enak-enak, musium, dan wisata alamnya yang sangat menyejukkan setiap mata yang menyaksikannya.

Nah kalo sudah sampai kota Bukittinggi pasti kamu akan berjumpa dengan bangunan wisata yang sudah menjadi icon andalan kota yang terkenal dengan suhu dinginya ini.

Ya, itulah Jam Gadang namanya, bangunan megah peninggalan belanda yang berbentuk menara jam  dengan 4 buah jam besar disetiap sisinya sebagai penanda waktu di kawasan wisata kota Bukittinggi.

Lokasi Wisata Jam Gadang

Lokasi Jam Gadang yang berada di pusat kota Bukittinggi menjadikannya sangat mudah untuk diakses dan tentu kamu akan dengan mudah untuk menemukan lokasi bangunan Jam Gadang ini.

Kamu hanya perlu mengikuti alur jalan besar ketika sudah memasuki kawasan Bukittinggi, lurus saja nanti kamu akan melihat bangunan menara jam yang tinggi di tengah kota Bukittingii.

Kawasan Jam Gadang juga sebagai titik pusat kota, atau yang sering dikenal dengan 0 kmnya kota Bukittinggi jadi kamu bisa menikmati segala pertunjukan dilingkungan Jam Gadang, seperti pentas musik, pasar, mall, dan lokasi wisata lainnya yang berdekatan dengan Jam Gadang.


Kawasan Jam Gadang Bukittinggi


Sejarah Pembangunan Jam Gadang

Pembangunan Jam Gadang dilakukan oleh pemerintah Hindia-Belanda, kala itu Bukittinggi masih menjadi pusat perdagangan dan pusat pengawasan daerah sekitarnya. 

Pembangunan Jam Gadang selesai pada tahun 1926, Arsitek yang merancan dan membangun Jam Gadang adalah Jazid Rajo Mangkuto, seoranga arsitek pribumi.

Jam Gadang merupakan suatu hadiah yang diberikan ratu belanda pada sekretaris atau controleur benteng Ford de Kock yang kala itu di pimpin oleh Rook Maker.

Untuk biaya pembangunannya juga memakan biaya yang cukup fantastis sebesar 3.000 Gulden, tak heran jika bangunan yang dihasilkan bisa megah dan kokoh hingga saat ini. Sehingga hingga saat ini Jam Gadang masih memiliki daya tarik yang kuat bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke kota Bukittinggi.

Sejak didirikan hingga saat ini bagian atap Jam Gadang mengalami tiga kali perubahan bentuk, pada awal pembangunanya bagian atap Jam Gadang berbentuk bulat dan dilengkapi patung ayam jantan. Pada masa penjajahan jepang bagian atap dirubah seperti bentuk atap pagoda (bangunan Khas Jepang). Dan pada masa kemerdekaan bagian atap dirubah bentuknya menjadi bagonjong, seperti bentuk atap rumah gadang.

Struktur Bangunan Jam Gadang

ukuran keseluruhan bangunan jam gadang adalah 6,5 meter x 10,5 meter, dengan tinggi bagian dalam jam mencapai 35 meter.

Pembangunan Jam Gadang tidak menggunakan semen, namun hanya menggunakan campuran pasir dan batu kapur yang direkatkan menggunakan putih telur. 

Ruangan Jam Gadang terdiri dari beberapa tingkat dengan tingkat teratasnya digunakan untuk menyimpan bandul jam.

Mesin yang digunakan untuk menggerakkan Jam Gadang didatangkan langsung dari Belanda melalui pelabuhan Teluk Bayur, untuk mesin jamnya sendiri memang dibuat eksklusif jadi di dunia ini hanya ada 2 mesin saja, yang pertama digunakan oleh Jam Gadang di Bukittinggi, dan yang kedua digunakan oleh menara jam Big Ben yang berada di London.


Yang Unik di Jam Gadang

Ada misteri yang belum terpecahkan di jam Gadang, dan hingga saat ini masih menjadi perdebatan apa sebab sebenarnya dari misteri itu.

Apakah itu?.......

Nah nbagi kamu ayng nanti bakal piknik ke Jam Gadang coba deh kamu lihat bagian angka romawi yang ditunjukkan jarum jam.

Disitu kamu akan melihat kejanggalan penulisan angka romawi 4 atau yang biasa dituli IV tapi di bangunan Jam Gadang angka romawinya dituliskan IIII, kenapa bisa demikian???

Silahkan dipecahkan guys,,,,,,,,,,,, hehe


Bangunan Jam Gadang Yang Disinari Lampu Warna-warni

Bersantai Di Kawasan Jam Gadang

Kamu bisa bersantai ria saat berkunjung kekawasan Jam Gadang, karena disekitar bangunan sudah ada taman dan tempat duduk yang nyaman untuk menikmati suasana tengah kota Bukittinggi yang sejuk ini.

Selain itu kamu bisa berkunjung ke berbagai lokasi wisata lainya yang berdekatan dengan Jam Gadang, seperti Goa Jepang, Kebun Binatang, Ngarai Sianok, Musium Bung Hatta dan lain sebagainya.

Jaraknya yang berdekatan dengan banyak lokasi wisata andalan Bukittinggi membuat Jam Gadang tak pernah sepi dikunjungi turis.

Untuk berburu oleh-oleh juga tidak perlu jauh-jauh, cukup saja kamu menyambangi pasar atas & pasar bawah yang masih berada di satu kawasan dengan Jam Gadang.

Berburu pakaian dan makanan tentu akan membuat liburan menjadi tambah seru, dan nantinya akan selalu teringat jika sudah pulang kembali melakukan rutinitas.

Suasana yang masih ramai di kawasan Jam Gadang Bukittinggi
Malam hari juga merupakan suasana yang asyik untuk menikmati suasana di kawasan Jam Gadang, kamu akan melihat bangunan jam yang disinari lampu berwarna warni membuat Jam Gadang terlihat lebih indah.

Sambil nongkrong bersama yang tersayang kamu bisa menikmati cemilan khas ranah minang ditemani dengan hangatnya kopi panas. Hmmmmm ga bakal pernah lupa momen ini guys hehe

Kawasan Jam Gadang juga ramai dengan pertunjukan musik, kamu bisa menikmati alunan musik dan bisa juga lo duet bareng merka yang tampil.

Nah sekian dulu perjalanan dan informasi mengenai Wisata Jam Gadang yang berada di Kota Bukittingi.

Semoga kamu bisa menapakkan kaki di Jam Gadang, bisa menambahkan cerita indah dikolom komentar.....

Jangan menyerah cari modal traveling, Karena Sumatera Barat masih banyak destinasi yang belum didatangi banyak orang...




Istana Pagaruyung, Kemegahan Kerajaan Minang Yang Tak Hilang Dilalap Api

istana pagaruyung
Kali ini saya dan teman-teman berkesempatan untuk mengunjungi kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Tepatnya berada di kota Batusangkar.

Dari bandara Internasional Minangkabau kami langsung mencari kendaraan umum untuk menuju kota Batusangkar.

Destinasi pertama kami adalah explore kota Batusangkar, kota yang kaya dengan berbagai lokasi wisata yang menarik dan tentunya kalo sudah sampai Sumatera Barat itu makanannya tentu sangat menggugah selera.

Kota ini terkenal dengan budayanya baik itu yang masih dilestarikan oleh masyarakat setempat, sampai dengan banyaknya peninggalan dari kerjaan-kerajaan di tanah minang.


Nah salah satunya adalah Istana Basa Pagaruyung, atau yang sering disebut dengan istana pagaruyung.

Bangunan yang berbentuk rumah panggung dengan atap yang dibentuk menyerupai tanduk kerbau, atau yang sering disebut masyarakat setempat dengan bentuk Bagonjong. Ini lah yang sering disebut sebagai Rumah Gadang atau rumah adat milik suku minang.

Bentuknya yang megah dan kelengkapan bangunan yang menawan membuat wisatawan yang berkunjung ke Istana Pagaruyung merasa kagum dan takjub.

Bagi kamu yang menyukai sejarah serta kebudayaan tradisional tampaknya kamu perlu berkunjung ke Istana Pagaruyung, dipastikan kamu akan mendapatkan tambahan pengetahuan yang tidak akan kamu dapatkan ditempat lain.

Kabupaten Tanah Datar juga diyakini sebagai salah satu poros utama penyebaran kebudayaan minang kabau, atau bisa disebut juga pemukiman awal bagi masyarakat minang di jaman dahulu kala. Jadi tidak heran jika banyak cerita dan peninggalan budaya dari daerah ini.

Lokasi Istana Pagaruyung

Akses untuk menuju lokasi wisata Istana Pagaruyung sangat mudah, lokasinya yang masih dekat dari  kota akan mempermudah kita untuk mencari angkutan umum.

Dari tengah kota kamu hanya perlu menempuh jarak sejauh 5 km saja untuk mengunjungi Istana Pagaruyung.

Secara administratif letak Istana Pagaruyung berada di Kec. Tanjung Emas, Kota Batusangkar, Tanah Datar. 

Jarak dari kota-kota disekitarnya juga tidak terlalu jauh, jadi lokasi Istana Pagaruyung bisa dikatakan strategis jika dilalui dari berbagai rute.

Berjarak 108 km dari kota Padang, kalo dari kota bukittinggi hanya 45 km saja, jarak tempuh dari Payakumbuh 40km, dan jarak tempuh dari Solok 55 km.

Lihat Juga: Mototrip 3D3N Sumatera Barat, Bagian Danau Singkarak, Solok


istana pagaruyung

Arsitektur Istana Pagaruyung

Arsitektur bangunan Istana Pagaruyung yang megah mejadi daya tarik setiap turis untuk benrkunjung kesini.

Banyak yang datang karena ingin menyaksikan kemegahan dan kerumitan arsitekturnya, dan ada pula yang datang berwisata ke Istana Pagaruyung untuk mengetahui bagaimana sejarah dan peninggalan budaya dari masa lampau.

Bangunan rumah adat khas suku Minang  ini terdiri dari tiga lantai, memiliki 11 gonjong atau bagian lancip yang menyerupai tanduk kerbau di bagian atap, serta di sangga 72 buah tiang utama untuk mempertahankan kekuatan bangunan.

Pada bagian dinding dan tiang di istana terukirkan banyak ornamen yang berwarna-warni dengan bentuk yang berbeda-beda.

Diperkirakan ada lebih dari 50 motif berbeda yang diukirkan di setiap dinding Istana Pagaruyung, yang mana setiap motif ornamen tersebut memiliki makna yang berbeda-beda pula.

Layaknya bangunan istana setiap lantai di Istana Pagaruyung memiliki fungsi tersendiri. seperti lantai pertama yang memiliki ruang luas difungsikan sebagai tempat utama raja dalam menjalankan pemerintahan lengkap dengan singgasana, pada lantai satu ini juga terdapat kamar-kamar yang digunakan oleh putri raja yang sudah menikah.

Lantai ke 2 memiliki bagian yang hampir sama dengan lantai pertama, banyak memiliki kamar-kamar juga, disinilah tempat tinggal putri raja yang belum menikah.

Dan pada lantai 3 terdapat ruangan yang tak terlalu luas, disinilah sang raja dan permaisuri memantau dan menikmati pemandangan area sekitar Istana Pagaruyung dari tempat yang tinggi.

bagian dalam istana pagaruyung


relief ukiran di istana pagaruyung 

Istana Pagaruyung Terbakar

Istana Pagaruyung merupakan replika dari bangunan istana aslinya yang terbakar saat berkecamuk perang Paderi pada tahun 1804, pada saat itu kaum paderi memerangi kaum bangsawan dan kaum adat. 

Sempat dibangun kembali pada tahun 1966 namun bangunan istana kembali terbakar.

Pada tahun 1976 Istana Pagaruyung dibangun kembali namun bukan dilokasi aslinya, pembangunannya dilakukan di sebelah selatan lokasi istana yang lama.

Kebakaran hebat terulanglagi menimpa bangunan Istana Pagaruyung, pada tahun 2007 sambaran petir di puncak istana membuat sebagian besar bangunan tiga lantai ini dilumat sijago merah.

Hampir semua peninggalan dan benda-benda bersejarah ikut habis terbakar, namun ada beberapa barang yang masih bisa diselamatkan.

Diperkirakan hanya 15 % saja barang-barang bersejarah yang bisa diselamatkan dari kebakaran itu. Kini barang-barang purbakala milik Istana Pagaruyung disimpan di Istana Silindung Bulan.

Pembangunan kembali Itana Pagaruyung diperkirakan menghabiskan dana hingga 20 Miliar.

Meskipun beberapakali sering terjadi kebakaran namun bentuk arsitektur Istana Pagaruyung Masih dipertahankan dengan bentuk aslinya.

Beberapa bangunan juga masih difungsikan sebagai tempat pagelaran acara adat dan pertemuan Raja hingga saat ini.

Lihat Juga: Mototrip 3D3N Sumatera Barat, Bagian Kelok 9

perkakas didalam istana pagaruyung

perkakas didalam istana pagaruyung

Bagi kamu yang suka swafoto bisa lo menyewa baju adat khas minang di sini, jadi kamu bisa bergaya ala-ala pengantin minang yang lengkap dengan baju kebesaranya.

Para Pecinta fotografi juga bisa mengeksplore keunikan bangunan istana, dan menunggu matahari terbenam.

Harga Tiket Masuk Istana Pagaruyung

  1. HTM: Rp 15.000 /dewasa
  2. HTM: Rp 7.000 / anak
  3. HTM: Rp 25.000/ mancanegara
  4. Sewa baju adat : mulai dari Rp 35.000

Tips Mengunjungi Istana Pagaruyung


  1. Menyewa jasa Guide lokal agar kamu lebih tau sejarah dan seluk-beluk budaya di Istana Pagaruyung
  2. Datang di pagi hari, karena kamu butuh waktu lama untuk menjelajahi keseluruhan tempat yang ada di Istana Pagaruyung
  3. Tiba Menjelang sore hari jika kamu bermaksud untuk menikmati indahnya sunset
  4. Menaiki bukit dibelakang Istana Pagaruyung untuk melihat pemandangan indah dari ketinggian
  5. Menyewa baju adat Minang, dan rasakan sensasi berfoto menggunan baju raja dan ratu
  6. Jangan lupa abadikan setiap perjalananmu
  7. Jagalah kebersihan 

Fasilitas Wisata di Istana Pagaruyung

  1. Parkir luas
  2. Penyewaan baju adat
  3. Guide lokal
  4. Fotografer lokal
  5. Mushala
  6. Toilet
  7. Penginapan terdekat
  8. Pedagang oleh-oleh dan souvenir
  9. Tempat sampah

Piknik ke Pulau Samalona, Makassar

pantai pasir putih di pulau samalona

Pulau Samalona merupakan salah satu destinasi yang wajib untuk kamu kunjungi saat mendaratkan diri ke kota Makassar.

Aksesnya yang dekat dengan pusat kota Makassar menjadikan wisata pulau Samalona banyak dikunjungi oleh wisatawan.

Lokasi pulau Samalona berada si sebelah barat kecamatan Wajo, Makassar, dari kecamatan ini pulau Samalona dapat terlihat dengan jelas karena jaraknya hanya 2 km saja.

Jarak pulau Samalona kalo dari pusat kota Makassar sekitar 7 km saja, jadi kamu bisa menggunakan transportasi umum menuju pelabuhan terdekat untuk mencari akses laut menuju wisata pulau Samalona.

Untuk mencari penrahu penyebrangan kamu bisa berjalan di area pantai Losari tepatnya di dermaga dekat Benteng Fort Rotterdam.

Biaya menyewa perahu untuk wisata ke pulau Samalona sekitar Rp 500.000 menggunakan perahu kayu dengan mesin  yang disewakan warga setempat, kalo kamu pintar menawar dan memiliki teman orang setempat tentu harga bisa lebih murah lagi.

Nah, kalo sudah deal maka kamu akan diantarkan menyeberangi lautan menuju pulau Samalona, perjalanan akan memakan waktu sekitar 30-40 menit.

Pulau Kecil Yang Mempesona

Pulau samalona, keindahan pulau dekat kota Makassar


Menikmati perjalanan dengan deburan ombak yang selalu menghampiri di sisi-sisi perahu menjadikan waktu tak terasa bosan untuk dinanti.

Birunya air laut membius sepasang mata untuk selalu menikmati keindahan perairan Makassar yang selalu tersuguhkan untuk setiap pelancong yang datang.

Dari kejauhan memang sudah terlihat daratan kecil nun jauh disana yang akan kita kunjungi sebagai sarana wisata pertama saat berkunjung ke Makassar.

Akhirnya sampai juga di Pulau Samalona, perahu menepi dan penumpang pun mulau berhamburan menuruni perahu seakan tidak sabar untuk memijakkan kaki diatas pasir putih kepulauan Samalona.

Baca Juga : Pantai Menganti, Mitos & Keindahan Pantai Kars Kebumen

dermaga pulau samalona

Destinasi yang benar-benar indah, dan kami tidak salah menempatkan Pulau Samalona sebagai lokasi wisata pertama saat kami baru tiba di kota Makassar.

Lautan yang jernih tampak biru membentang, pasir pulau Samalona yang putih bersih serasa nyaman untuk memijakkan kaki tanpa alas untuk sekedar berjalan dan berlarian riang.

Pulau Samalona memang terbilang sempit, luas keseluruhan pulaunya saja hanya 2,34 hektar, sangat kecil ya, hanya berjalan santai saja tentu kamu bisa mengitari keseluruhan pulau.

Tapi tenang meskipun kecil tapi pulau Samalona menyimpan banyak keindahan yang tentunya harus dinikmati oleh setiap orang yang berkunjung kesini.

Didukung dengan perairan dangkal disekitar pulau serta jernihnya air laut membuat pulau Samalona menjadi salah satu lokasi menyelam yang sangat digemari.

Banyaknya terumbu karang yang indah serta biota laut lain yang masih sangat kaya membuat setiap orang ingin melihat langsung kebawah air dan membuktikan sendiri keindahan yang ditawarkan Pulau Samalona.

Keunikan Pulau Samalona

Konon katanya di pulau Samalona banyak peninggalan bangkai kapal dari perang dunia ke-II, disinyalir ada sebanyak 7 kapal yang karam didekat pulau Samalona.

Kapal-kapal itu kini kebanyakan sudah menjadi terumbu karang dan sebagai rumah biota-biota laut yang indah.

Tak jarang banyak wisatawan yang datang untuk berenang dan menyelam diantara bangkai kapal yang telah karam sejak bertahun-tahun silam itu.

Aktivitas Wisata di Pulau Samalona



Selain berenang dan menikmati indahnya terumbu karang di dunia bawah laut Pulau Samalona, kamu juga bisa bersantai disekitar tepi pulau. 

Mungkin cuaca sedang terik dan kamu tidak ingin kulitmu gosong, kamu bisa menikmati sebuah es kelapa muda yang menyejukkan dahaga sembari menikmati pemandangan biru membentang luas dicakrawala.

Karena pada tepian pulau banyak tumbuh pepohonan yang rindang sehingga meskipun cuaca terik kamu masih bisa tetap bersantai dan menikmati udara sejuk dibawah pepohonan.

Dari tepi pulau kamu dapat melihat deretan gedung yang berjejer ditepi kota Makassar, karena memang lokasinya sangat dekat sekali dengan kota.

Jika perut mulai lapar kamu bisa memilih aneka ragam makanan khas pesisir yang siap menggoyang lidahmu, seperti ikan dan kepiting bakar, yang tentunya akan membuat waktu wisatamu menjadi tambah nikmat dan bermakna.

Bagi kamu yang hobi foto, baik berswafoto maupun pemburu foto lanscape, kamu bisa mengitari keseluruhan pulau, Karena pulau Samalona banyak memiliki banyak tempat yang sangat indah untuk diabadikan dalam bingkai fotomu.

Ingin menginap dan menikmati pulau Samalona seutuhnya? bisa banget gan, kamu bisa menyewa penginapan, atau kalo pingin lebih akrab dengan warga lokal kamu bisa ikut nimbrung ni nginap di rumah mereka, karena biasanya warga lokal juga menyiapkan kamarnya untuk disewakan ke wisatawan.

Jadi kamu bisa menikmati keseruan bagaimana rasanya menjadi warga lokal Pulau Samalona, ya meskipun cuma sehari semalam, hehe

Tentu kamu bisa menikmati indahnya matahari terbit dan terbenam dari pulau Samalona.

Nah kalo kamu tidak ada niat untuk menginap sebaiknya sebelum jam 5 kamu sudah menyebrang kembali menuju dermaga tepi pantai Losari, kalo kamu terlambat maka air akan pasang tentu ombak akan semakin tinggi.

Itulah yang saya rasakan, terlalu sore untuk kembali ke dermaga, untung saja masih ada perahu yang mau mengantar kembali, jadi kami bisa balik ke kota Makassar dan melanjutkan wisata.

Yah meskipun selama perjalanan pulang agak deg-degan karena ombak yang sudah tinggi tak jarang, seolang perahu tertelan air laut dan muncul lagi, jadi saat itu kalo dilihat tinggi ombak sudah melebihi tinggi perahu, maknya deg-degan. Takut tenggelam cuy, hehe

Syukurlah bisa kembali dengan selamat dan mendapatkan pemandangan sore aka sunset yang menawan dengan latar pulau samalona.

Baca Juga : Masjid Tuo Kayu Jao, Saksi Peradaban Islam di Tanah Minang

sunset pulau samalona

Biaya Wisata Pulau Samalona

  1. Sewa perahu               : Rp. 500.000
  2. Sewa Alat Snorkeling : Rp. 50.000-100.000
  3. Sewa penginapan        : Rp. 250.000-500.000 / malam

Fasilitas Wisata Pulau Samalona

  1. Penginapan
  2. Mushola
  3. Pedagang makanan dan minuman
  4. Penyewaan alat snorkeling
  5. Tempat bersantai di tepi pulau
  6. Tempat bilas
  7. Toilet

Tips Wisata Ke Pulau Samalona

  1. Jika tidak ingin menginap datanglah pada pagi hari untuk menyebrang, agar lebih leluasa di pulau
  2. Menyewa perahu dengan bergabung bersama wisatawan lain, agar lebih murah
  3. Membawa cemilan dan air mineral lebih, jika kamu sedang mode hemat
  4. Kembali ke dermaga sebelum pasang air laut
  5. Mengabadikan setiap perjalanan
  6. Buang sampah pada tempatnya
  7. Bantulah perekonomian warga lokal dengan berbelanja





Pantai Menganti, Mitos & Keindahan Pantai Kars Kebumen

Pantai Menganti, Kebumen

Pantai Menganti merupakan salah satu destinasi wisata pantai yang menawarkan keindahan yang berbeda dibandingkan dengan pantai-pantai lainya yang ada di Kebumen.

Lokasi Pantai Menganti terletak di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Jarak yang ditempuh kurang lebih 42 Km dari kota Kebumen untuk bisa mencapai pantai ini.

Keindahan panoraman pantai pasir putih ditambah dengan perbukitan kars, menjdaikan pantai menganti menjadi destinasi yang selalu ramai pengunjung.

Tebing-tebing raksasa yang membentang di sepanjangn pantai juga menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap pengunjung yang datang, dna tentunya tak semua pantai menawarkan pemandangan seperti ini.

Sejarah & Mitos 


Pantai menganti dulunya hanya digunakan sebagai tempat kapal-kapal nelayan setempat berlabuh dari mencari  ikan di lautan. 

Keindahan alam pantai Menganti yang dipadukan dengan batuan gunung api bawah laut pada masa lampau ini tampaknya mulai memunculkan ide warga dan pemerintah setempat untuk menjadikannya sebagai tempat wisata yang tentunya akan menggerakkan roda ekonomi mereka.

Setelah dikelola oleh warga secara swadaya bersama pemerintah setempat pada tahun 2008, berbagai macam fasilitas pun mulai dibangun sebagai penunjang sarana untuk kenyamanan pengunjung yang datang.

Perjuangan yang begitu panjang dalam mengelola wisata akhirnya mulai membuahkan hasil yang manis ketika pada tahun 2015 pantai menganti terpilih sebagai lokasi perlombaan selancar bertaraf internasional.

Mulai saat itu pantai menganti mulai dikenal dan ramai didatangi oleh banyak wisatawan dari luar Kebumen. 

Berdasarkan keterangan pengelola, omset pada saat musim liburan bisa mencapai lebih dari 1 Miliar rupiah. (Wow banyak banget ya)

Tentunya keberadaan wisata pantai Menganti sangat membantu penduduk lokal dalam menggerakkan perekonomian mereka. ( jadi jangan ragu belanja di lokasi wisata ya, karena piknikmu menjadi penyambung hidup mereka yang berdagang disana)

Mitos Pantai Menganti

Setiap jengkal tempat di republik ini sepertinya tak akan lepas dari kata mitos, selalu saja ada keterkaitan yang melegenda di berbagai tempat, dan tidak menutup kemungkinan juga di wisata pantai Menganti ini.

Dari namanya saja kita tentu sudah penasaran bukan?, "Pantai Menganti", kok mirip ya dengan kata menanti, apa ada hubungannya dan bagaimana ceritanya? yuk simak....

Asal mula nama pantai Menganti menurut warga setempat bermula dari kisah panglima perang kerajaan majapahit yang melarikan diri karena hubungan cintanya dengan putri raja tidak mendapatkan restu. Lalu sepasang kekasih itu berjanji untuk bertemu di pantai yang berpasir putih, namun sang putri tak kunjung juga tiba, sehingga sang panglima duduk diatas bukit kapur dan tak henti-hentinya memandang ke arah laut. 

Kisah penantian panjang inilah yang menjadikan nama pantai Menganti hingga saat ini. 

Baca juga : Lawang Sewu, Bangunan Angker Yang Memukau

Perjalanan dimulai


rombongan butuh piknik

Nah berdasarkan pertimbangan itulah saya dan teman-teman pejuang skripsi memilih melakukan perjalanan untuk camping di pantai Menganti yang berada di kabupaten Kebumen ini.

Trip kali ini akan menjadi momen pelepas penat otak yang terus diperas untuk mencari teori-teori penelitian, membaca dan menyimpan begitu banyak literatur yang sudah terasa membosankan.

Menjadi penenang mental yang terus diuji dengan berbagai macam persepsi dan ketidakpedulian dosen pembimbing seperti avatar, (ya, sering hilang saat kita membutuhkannya) wkwkwk.

Tentunya juga akan menjadi momen terakhir bersama teman-teman seperjuangan sebelum nantinya akan lulus dan kembali ke asalnya masing-masing.

Mempersiapkan perbekalan bak para pecinta alam yang siap dengan perlengkapan campingnya, tenda sudah tentu menjadi alat wajib yang harus disewa, makanan berat nan nikmat yaitu mie instan juga tak ketinggalan masuk kedalam tas.


Berbekal google map kami menempuh perjalanan dari kota Jogja menuju Kebumen, perjalanan kurang lebih 3-4 jam akan kami lalui diatas kendaraan.

Perjalanan kami melalui jalan Deandels, jalan raya yang lebar dan membentang lurus berkilo-kilo meter tampak sedikit seram dengan latar belakang sejarah pembuatan jalan ini. ditambah lagi sepinya pemukiman penduduk di area jalan ini. Tapi tenang, kami melewati jalur ini saat siang hari.

Berhenti di Pom bensin, dan mushala tepi jalan menjadikan perjalanan kali ini tampak santai. Jalanan mulai menantang dengan tikungan serta tanjakan kami lalui ketika sudah memasuki daerah pegunungan Ayah, katanya sih udah deket ni, udah mo sampai. Dan benar saja kami sudah melihat batas laut jauh dibawah perbukitan.

Tanjung karangbata kawasan pantai menganti
Setibanya dikawasan pantai Menganti kami langsung memarkirkan kendaraan, dan menuju Tanjung Karangbata, yang katanya disini pemandangannya bagus, langsung laut dan bisa liat mercusuar.

Istirahat sejenak dengan mengeluarkan makanan ringan yang bisa dijadikan cemilan pengganjal perut sebelum nanti mencari lokasi untuk mendirikan tenda.

Kami mulai menjelajah berbagai lokasi yang cocok untuk mendirikan tenda, akhirnya kami putuskan untuk mendirikan tenda di atas perbukitan dengan view langsung lautan.

Cuaca sore itu tampak tidak bersahabat, langit yang mulai menghitam ditambah hembusan angin yang cukup kencang mengiringi kami saat membangun tenda. Al hasil matahari terbenam tidak bisa kami nikmati indahnya karena tertutup awan mendung.

Yah ga papa, mungkin belum rejekinya melihat sunset di pantai  Menganti. kami lanjutkan istirahat dan mempersiapkan perbekalan yang akan disantap malam ini.

camping di pantai Menganti

Malam hari kami membongkar semua makanan didalam tas, diawali dengan menyantap tempe mendoan dan secangkir kopi panas menjadikan suasana malam lebih hangat.

Tampaknya ada tetangga yang akan menemani kami camping disini, sekelompok mbak-mbak melalui kerumunan kami untuk mencari lokasi yang aman untuk mendirikan tenda.

Beberapa teman pun sigap membantu (modus) untuk mendirikan tenda yang mereka bawa.

Selesai shalat isya kami dihampiri dua orang pemuda yang mengaku sebagai karang taruna desa setempat yang menjadi pengelola wisata pantai Menganti. Ternyata untuk camping ada biaya tersendiri, dan kami cukup mengeluarkan biaya Rp 5.000 / orang untuk biaya bermalam disini. 

Urusan retribusi selesai kami melanjutkan kativitas makan malam sederhana di lingkungan tenda, mi rebus dengan berbagai topping ditambah nasi terasa sangat nikmat dicuaca dingin malam ini. 

Badai di malam hari membuat kami harus bergegas masuk ke tenda masing-masing untuk beristirahat, mengembalikan tenaga kembali sebelum pagi hari menjelajahi kawasan pantai Menganti yang belum sempat terjamah.

Baca juga : Pantai Air Manis, Keindahan Alam & Legenda Malin Kundang

kawasan pelabuhan kapal ikan nelayan lokal di pantai menganti
Pagi hari kami menyambangi kawasan pantai yang padat dengan kapal nelayan lokal yang sedang mulai ramai.

Kami berharap ada ikan segar tangkapan nelayan yang bisa kami beli untuk menu sarapan pagi hari ini.

Bergaya seperti pelancong dari kota yang suka hiruk pikuk kegiatan nelayan dengan perhunya, kami pun membantu beberapa nelayang mempersiapkan perahunya untuk mulai melaut.

Disela-sela kesibukan membantu perahu yang akan melaut kami bertanya apa ada nelayan yang akan berlabuh pagi ini? ternyata tidak ada, 

Nelayan setempat biasa pergi melaut pagi hari dan pulang kembali ke daratan sore hingga malam hari.

Pupus sudah impian sarapan makanan laut khas pantai Menganti, dan kami lanjutkan untuk menyambangi lokasi jembatan merah yang ada diantara bebatuan karang pantai Menganti.

pantai menganti


jembatan merah gebyuran pantai menganti

jembatan merah gebyuran pantai menganti


Harga tiket masuk

1. Htm : Rp 10.000 / orang

2. Parkir : motor : Rp 3.000
                 mobil : Rp 5.000

3. Biaya Camping : Rp 5.000 / orang


Fasilitas yang tersedia di pantai Menganti

1. Parkir
2. Pedagang makanan & minuman
3. Mushala
4.Penginapan
5. Toilet
6. Berbagai wahana wisata

7. Camping Ground


Tips Wisata ke Pantai Menganti

  1. Membawa kendaraan yang prima mengingat rute pegunungan Ayah
  2. Jangan lupa menjajal menu khas di pantai Menganti
  3. Berkunjung lebih dari sehari, mengingat banyak lokasi yang menarik disini
  4. Jelajahi setiap lokasi yang indah di Pantai Menganti
  5. Memakai alas kaki yang nyaman untuk kegiatan outdoor
  6. Membawa pakaian ganti


pantai menganti



Sampai disini perjalanan kami menikmati camping di Pantai Menganti, liburan kali ini kami tutup dengan singgah ke warung makanan laut di area pantai Menganti, dan setelah itu bersiap melakukan perjalanan kembali menuju kota Jogja.

Perjalanan kami pun terdokumentasikan dalam bentuk video, silahkan cek langsung untuk mengetahui keseruanya. jangan lupa subscribe ya, maturnuhun....






Lawang Sewu, Bangunan Angker Yang Memukau.

Megahnya Lawang Sewu Saat Malam Hari 
Lokasi wisata ini memang menjadi salah satu yang wajib kamu kunjungi ketika sedang berada di Semarang. Bangunan tua peninggalan kolonial Belanda ini memang sudah menjadi daya tarik wisatawan yang mampir ke kota yang terkenal dengan lumpianya ini.


Lokasi wisata Lawang Sewu ini terletak di sudut jalan Pandanaran dan jalan Pemuda, timur dari Tugu Muda Semarang. 

Penyebutan nama Lawang Sewu sering diindentikkan dengan banyaknya Pintu (lawang: dalam bahasa jawa) yang terdapat pada bangunan ini, padahal sebenarnya itu adalah jendela tinggi dan lebar.

Sejarah 

Mulai dibangun Pada 27 Februari 1904, pembangunan dilakukan sampai dengan tahun 1907, dengan pembangunan rumah penjaga, bagunan percetakan lalu bangunan utama. Perluasan bangunan dilakukan pada tahun 1916-1918.

Pada awal pembangunannya Lawang sewu merupakan kantor perusahan kereta api swasta pertama yang membangun jalur kereta api, dan memiliki lain sebagai Het hoofdkantor van de Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (Kantor Pusat NIS). 

Arsitektur Lawang Sewu dibangun atas dasar iklim kota Semarang yang panas dan berada pada dataran rendah, maka bagunan dilengkapi dengan banyak pintu dan jedela serta dilengkapi dengan ruang bawah tanah. 

Ruang bawah tanah Lawang Sewu difungsikan sebagai penampung air saat hujan turun, agar air tidak menggenangi halaman bangunan. Selain itu air yang tertampung pada ruang bawah tanah ini digunakan sebagai alat pendingin bagunan diatasnya. 

Kebayang ya, pada jaman itu arsiteknya sudah memikirkan sedemikin rupa bangunannya agar nyaman ditempati. Nah arsitek yang merancang bangunan Lawang Sewu adalah Prof Jacob F Klinkhamer dan B.J Ouendag mereka berasal dari Amsterdam, Belanda.

Alih Fungai Lawang Sewu Saat Kepemerintahan Jepang

Pada masa penjajahan Jepang di Indonesia Lawang Sewu diambil alih dan dijadikan kantor djawatan kereta api yang berada diabawah pengawasan dari kesatuan Rikuyu Sokyoku (angkatan darat Jepang).

Letak Lawang Sewu yang berada didekat dengan gedung pengadian (Museum Mandhala Bakti) yang dialih fungsikan sebagai markas Kempeitai, yaitu kesatuan polisi militer Jepang yang ditempatkan di seluruh wilayah Jepang dan jajahannya, menjdikan ruang bawah tanah Lawang sewu beubah fungsi menjadi penjara bawah tanah bagi tahanan Kempetai.

Ada beberapa perombakan yang dilakukan pemerintah Jepang pada ruang bawah tanah di Lawang Sewu. 
  1. Ruang bawah tanah yang awalnya penuh dengan air mulai dikurangi volumenya, 
  2. Penambahan tralis besi diatas bak penampung air berukuran 2x3 meter menjadi penjara jongkok, penjara ini diisi 5-6 orang dengan posisi jongkok dan tergenang air sampai kepala
  3. Membuat penjara berdiri dengan membangun sekat-sekat berukuran 1x1 meter, penjara ini di  isi 5-6 orang tahan yang berhimpitan dengan posisi berdiri
  4. Penambahan beberapa meja besi untuk pemenggalan tahanan 
  5. Membuat lubang pembuangan jenazah dibelakang gedung

Munculnya Cerita Menyeramkan Lawang Sewu

Berangkat dari kisah kelam bangunan Lawang Sewu yang pernah dimanfaatkan sebagai tempat penyiksaan dan pemenggalan tahanan di penjara bawah tanah, serta banyaknya korban yang bergelimpangan di area gedung pada pertempuran antara pejuang Indonesia dengan penjajahan Jepang menjadi sederet kisah menyeramkan muncul dan menyelimuti lokasi wisata Lawang Sewu.

Selain itu bangunan Lawang Sewu yang pernah tak terurus hingga beberapa tahun membuat keadaan bangunan terlihat menyeramkan, lantai yang kotor, banyak cat yang mengelupas, membuat bangunan terlihat lebih menakutkan.

bagian atap wisata lawang sewu pada malam hari (banyak Orbs nya ya) 


Sudah banyak cerita pengunjung Lawang Sewu yang mengatakan melihat mahluk tak kasat mata (hantu) yang sengaja menampakkan diri, dan berupa noni-noni belanda. Ada juga kisah seorang wisatawan yang sampai kesurupan di lokasi ini. Hiii serem juga ya.

Dan sudah banyak stasiun tv yang menayangkan mengenai kisah seram dan pembuktian adanya hantu di Lawang Sewu ini, khususnya di ruangan bawah tanah yang dianggap sebagai saksi bisu penyiksaan dan pembunuhan. 
salah satu lorong wisata lawang sewu pada malam hari


Astagaa kok saya merinding saat mengetik bagian menyeramkan ini,,, 

Lawang Sewu Setelah Pemugaran

Setelah bahas yang serem-serem tiba saatnya kita bahas yang indah-indah. Kita rubah suasana menjadi lebih menyenangkan. 

Setelah cukup lama bangunan Lawang Sewu tidak terurus akhirnya pada tahun 2011 Lawang sewu selesai dipugar dan siap untuk menerima kunjungan wisata. 


Bangunan indah bergaya Belanda berdiri kokoh dengan warna baru yang menarik setiap mata untuk mengunjungi Lawang Sewu. Perbaikan dan penataan ruangan dilakukan sedemikian rupa agar wisatawan dapat menikmati kunjungannya di wisata Lawang Sewu.

Tampak bangunan utama lawang sewu yang instagramable

Pengunjung dapat berswafoto,  karena di Lawang Sewu ada beberapa lokasi faforit yang wajib untuk diabadikan dalam bingkai foto saat kamu berkunjung kesini.

Selain berfoto ria kamu bisa melihat sejarah mengenai perkembangan kereta api di Indonesia, karena kini Lawang Sewu juga berfungsi sebagai museum kereta api. Kamu bisa menyaksikan video dokumenter dan melihat  berbagai jenis miniatur gerbong serta lokomotif. Kamu juga bisa melihat seragam petugas kereta api dari tahun-ketahun.

Jangan ragu untuk menyewa jasa guide lokal agar kamu bisa lebih tau cerita dan sejarah mengenai wisata Lawang Sewu.

lokasi faforit berfoto di Lawang Sewu semarang
Nah ini merupakan lokasi foforit setiap pengunjung di Lawang Sewu, bagi kamu yang akan berkunjung ke wisata ini jangan lupa menyempatkan berfoto di spot ini ya, dijamin bakal nambah keren feed instagram mu. Berfoto dengan latar belakang pintu yang berbaris hingga ujung.

tampak samping dari bangunan Lawang Sewu

Sebelum meninggalkan bangunan Lawang Sewu hendaknya kita tak ketinggalan berfoto di lokasi ini, deretan lorong yang memanjang akan menjadi background yang membuat fotomu terlihat lebih menarik.

Bagaimana sobat?  sudah mempersiapkan diri untuk berkunjung ke Lawang Sewu?

Harga tiket masuk wisata

  1. Dewasa : Rp 10.000
  2. Anak-anak: Rp 5.000
  3. Pelajar: Rp 5.000
  4. Sewa Guide lokal: Rp 70.000
  5. Ruang Bawah Tanah: Rp 30.000 (wajib guide)
  6. Sewa sepatu boot: Rp 10.000

Jam buka wisata Lawang Sewu: Pukul 07.00 wib sampai 21.00 wib

Tips Wisata Lawang Sewu

  1. Berkunjung pada pagi hari (8-10 pagi) kamu bisa menyaksikan bias cahaya matahari masuk melalui jendela kaca indah nan berwarna-warni.
  2. Berkunjung saat malam hari jika kamu ingin mencoba sensasi menyeramkan malam hari di gedung Lawang Sewu
  3. Cobalah untuk masuk ke ruang bawah tanah pada malam hari
  4. Jangan ragu untuk menyewa jasa guide lokal agar kamu mendapatkan wawasan baru
  5. Abadikan setiap momen wisatamu dan jangan lupa berbagi 

Sampai disini dulu tulisan saya mengenai wisata Lawang Sewu di kota Semarang, semoga bisa bermanfaat dan memperkaya pengalaman jala-jalan sobat semu.